Rabu, 28 Juli 2010

Edisi Berita TV

Berita yang rasanya semakin hari semakin mudah untuk didapatkan, makin membuatku sedikit “Parno” ketika membaca atau melihatnya dalam bentuk video yang ditangkan di program Berita TV.

Pagi, siang, sore, malam, dan (sampai) dini hari pun masih saja berita – berita terbaru di tayangkan dan di publikasikan di berbagai media tanpa menyaring terlebih dahulu mana berita yang layak masuk Berita Tv, mana yang layak masuk Koran Lokal. Itu benar – benar membuatku nggak pernah bisa relax menonton berita di Tv. Durasi satu jam atau 30 menit bagaikan naik “Tornado” berjam – jam karena isi berita yang bikin nafas sedikit terhenti.

Sebagai orang yang pengen update berita terbaru, aku pengen banget nonton berita yang gak “Lebay” a.k.a nggak dilebih – lebihkan isi beritanya dan notasi pembawa berita yang nggak perlu segitunya serius. Cukuplah sebuah berita itu tertengar santai, tegas, dan terkesan PINTAR memilih berita yang perlu dikemas secara lengkap, mana yang dibahas secara singkat.

Contoh berita yang menurutku nggak perlu dibahas secara lengkap dan rinci di media Televisi:

1. Kasus Pemerkosaan, Ok, lebih baik si korban TIDAK PERLU DIINTERVIEW secara detail. Semua orang tau kalie rasanya jadi korban seperti itu. Jadi lebih baik fokus ke tindakkan hukumnya saja.

2. Kasus Kecelakaan, Oh My God, ini berita selalu bikin jantungku berdebar lebih kencang. Lebih baik cari akibatnya kenapa kejadian itu bisa terjadi dan tak perlu memburu korban sampai ke rumah sakit hanya untuk diinterview LIVE. Mending langsung di beri tips atau peringatan untuk berhati – hati mengendarai kendaraan di jalan raya. Simple tapi setidaknya penonton bisa teringatkan untuk selalu waspada.

3. Kasus Bunuh diri/Pembunuhan, Berita semacam ini sering sekali menayangkan orang – orang yang bukan berasal dari public figure (masyarakat bisa), dan itu nggak penting banget. Kasus seperti ini lebih baik dipublikasikan di koran lokal saja, tidak perlu tayang di stasiun Tv.

4. Kasus, Narkoba, Aku lebih setuju kalu yang diliput oknum pengedar, peracik, atau yang mengoperasikan bisnis narkoba. Sedangkan pengguna yang nggak sengaja di tangkap, lebih baik nggak perlu juga masuk ke berita Tv. Nggak penting, lebih baik di bantu bagaimana dia bisa di Rehab.

5. Dan masih banyak lagi…

Semoga saja, kedepannya kita semua bisa melihat acara berita di tv yang benar – benar pintar memilih isi beritanya. Karena kalu gak ada perubahan, maka penonton akan lebih cepat mengalami trauma dengan tayangan berita televisi.

6 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

semoga..terutama utk kasus perkosaan tuh.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

pelecehan dg pemerkosaan tuh beda lho, Van.

Ivan Rahmadiawan mengatakan...

@mbk Fanny, Iya sdh tak baca ulang dan emang salah memilih kata. Thx kritikannya... :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

updateee

Meutia Halida Khairani mengatakan...

apalgi kalo nonton SERGAP tuh, kayaknya ga ada orang baek deh di dunia..
kasian kan kalo anak2 nonton..

kunjungan perdana dan salam kenal

Tukang komen mengatakan...

mampir dulu ah...